• SMA MARSUDIRINI MUNTILAN
  • Smart, Skillful, Brotherhood and Love Nature

Hanya Raga yang Terbelenggu,Tidak untuk Ilmu

Oleh Margaretha Sekar Putri Winanti 12 IPS

Covid 19 bukan lagi hal yang asing bagi telinga kita saat ini. Bahkan,bisa dikatakan sebagai makanan sehari-hari. Bagaimana tidak? Virus yang di duga berasal dari Wuhan,Cina kini menjelma menjadi pandemi global. Virus yang berhasil memenjarakan diri kita secara tak kasat mata. Segala sektor berubah. Kita harus berjarak untuk menjaga diri sendiri dan orang lain. Kita yang sebelumnya terbiasa untuk melakukan segala bersama dan bebas untuk melakukan apapun,tak peduli ada berapa orang yang berkerumun,perlahan harus menghentikan kebiasaab itu secara total. Kita mulai menyadari kita telah kehilangan "kemerdekaan" dan "kebebasan" diri.

Sama halnya dalam dunia pendidikan. Terhitung dari tanggal 16 Maret 2020 hingga hari ini,hampir seluruh murid di Indonesia harus belajar dari rumah. Yang sudah pasti mengundang pro dan kontra di tengah masyarakat. Salah satunya adalah keterbatasan siswa,dimana tidak semua siswa dapat memenuhi sarana dan prasarana untuk pembelajaran jarak jauh seperti ponsel,paket data internet,jaringan internet dan stigma masyarakat tentang keefektifan pembelajaran secara jarak jauh.

Seperti,seorang siswi kelas 12 dari SMA Marsudirini Muntilan,Sekar. Sebagai siswi tingkat akhir yang sedang gencar-gencarnya untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian akhir dan juga persiapan untuk masuk ke perguruan tinggi,seharusnya bisa mengikuti pembelajaran secara maksimal. Tetapi,mau dikata apa? Corona harus mengurungnya di rumah dan harus belajar dari rumah. Rumahnya yang jauh di pelosok gunung menyebabkan pembelajaran siswi tersebut tidak bisa secara maksimal untuk belajar. Agar pembelajarannya lancar,siswi ini harus pergi ke sawah untuk mendapatkan signal yang bagus dan stabil. Setiap hari,Sekar harus bangun pagi dan bersiap-siap layaknya akan berangkat ke sekolah. Mempersiapkan alat yang dibutuhkan ke dalam tasnya. Tas yang biasanya berisi buku pelajaran itu kini tak lagi hanya buku,melainkan karung untuk alas duduk dan power bank jika sewaktu-waktu baterai ponselnya habis. Begitu selesai siswi itu segera berangkat ke sawah yang tak jauh dari rumahnya. Meskipun harus ke sawah dan berpanas-panasan,tak membuat siswi ini patah semangat. Walau terkadang,merasa terganggu saat ditanya bahkan ditertawai oleh orang-orang yang akan pergi ke sawah.

Meskipun sudah di sawah,terkadang jaringan pun masih tidak lancar dan menghambat. Di saat seperti itu siswi itu merasa lelah dan terkadang menangis. Orang tuanya sebenarnya tidak tega melihat anaknya harus belajar di sawah. Namun,mau bagaimana lagi?  Tapi,mereka sedang mengusahakan dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Mereka yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak akan mempermalukan anak-Nya. Dan siswi itupun meyakininya terbukti saat harus mengumpulkan tugas jaringan bagus meskipun harus bersabar. Dan sekarang Tuhan membukakan pintu rezeki yang lebih dari cukup untuk keluarganya. Sehingga Kebutuhan untuk paket data bisa terpenuh,hingga proses belajar tidak terhalang lagi.  Sekolah rasanya peka terhadap keadaan muridnya. Dan turut membantu dengan memberikan paket data setiap bulan untuk para murid.

Mungkin,kisah Sekar tersebut hanya salah satu contoh. Bisa jadi,ada ratusan bahkan ribuan anak yang kehilangan kebebasannya untuk menuntut ilmu karena keterbatasan yang lain. Karena ada yang lebih penting daripada membelikan ponsel karena uang yang mereka miliki hanya cukup untuk makan sehari. Ada yang harus bekerja untuk bisa membeli ponsel dan paket data internet demi bisa belajar.  Namun,masih ada orang baik di dunia ini. Yang hatinya tergerak untuk membantu anak-anak di tanah air ini bisa mendapatkan haknya untuk belajar.

Meskipun pembelajaran jarak jauh menuai kontra dan keluhan,ada sisi positif yang bisa kita ambil,yaitu bisa menghemat kertas,melatih kemandirian,murid bisa belajar tidak monoton hanya di dalam kelas,bisa belajar dengan melihat dan mengamati fakta di tengah masyarakat.

Semuanya bergantung pada stigma kita,memaknai kemerdekaan dalam aspek pendidikan itu sendiri. Tidak ada yang bisa disalahkan dalam keadaan seperti ini. Kita hanya dapat pasrah dan menantikan keajaiban Tuhan,agar pandemi ini segera berakhir dan kita bisa mendapat kemerdekaan kita untuk menuntut ilmu,untuk semua bisa kembali berjalan normal. Biar saja hanya raga yang terbelenggu tapi tidak untuk ilmu. Kita bisa belajar apapun dari sekitar kita.

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Congrats! Lulus Seleksi SNMPTN

Pengumuman SNMPTN 2021 telah resmi diumumkan pada tanggal 22 Maret 2021. Pengumuman bisa dilihat di https://pengumuman-snmptn.tlmpt.ac.id/. Salah satu peserta didik SMA Marsudirini

26/03/2021 08:47 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 483 kali
A Million Dreams

Lirik  A Million Dreams: I close my eyes and I can seeThe world that's waiting up for meThat I call my ownThrough the dark, through the doorThrough where no one's been beforeBut

10/02/2021 09:47 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 195 kali
Doa Pagi Bersama Online

(23/1/2021) Doa Pagi Bersama masih terus berjalan.. Pagi ini doa dipimpin oleh Ibu Mega Yoshinta, Guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Jawa.   Selama kurang lebih 2 Minggu ini

23/01/2021 09:27 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 219 kali
Doa Pagi Bersama Guru dan Peserta Didik SMA Marsudirini Muntilan

Doa pagi bersama guru dan peserta didik SMA Marsudirini Muntilan kali ini terasa spesial karena di masa pandemi Covid19 ini. Mulai semester ini akan ada kegiatan doa pagi bersama Guru

21/01/2021 12:37 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 293 kali
Penerimaan Rapor dan Informasi Libur Semester Gasal, Natal dan Tahun Baru

     Hari yang mendebarkan bagi para peserta didik khususnya para peserta didik SMA Marsudirini Muntilan karena pada hari ini (19/12/2020) hasil dari penilaian akhir seme

19/12/2020 11:19 - Oleh Andreas Fajar Nugroho - Dilihat 303 kali
Penerimaan Peserta Didik Baru Yayasan Marsurdirni Muntilan 2021/2022 TK SD SMP SMA

YAYASAN MARSUDIRINI PERWAKILAN MUNTILAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU  TAHUN PELAJARAN 2021/2022 DC KB/TK SD SMP SMA   SILAHKAN BUKA WEBSITE MASING-MASING...  http://tkt

16/12/2020 13:57 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 498 kali
Ujian Penilaian Akhir Semester Gasal SMA MArsudirini Muntilan

Senin 30/11/2020, Para peserta didik SMA Marsudirini Muntilan memulai Penilaian Akhir Semester gasal tahun pembelajaran 2020/2021 melalui media Daring. Para peserta didik SMA Marsu

30/11/2020 11:20 - Oleh Andreas Fajar Nugroho - Dilihat 359 kali
Kerajinan Karya Peserta Didik SMA Marsudirini Muntilan

Sampah plastik sebanyak 1,3 miliar ton diperkirakan bakal mencemari daratan dan lautan dunia pada 2040 mendatang, kecuali jika khalayak menggelar aksi global. Seorang peneliti menyebut

26/11/2020 11:17 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 266 kali
HASIL PERHITUNGAN SUARA PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA SMA MARSUDIRINI MUNTILAN 2020/2021

HASIL PERHITUNGAN SUARA PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA SMA MARSUDIRINI MUNTILAN 2020/2021. 90 Suara masuk 11 Golput / Tidak Memilih   Melalui bagan diatas diperoleh  Ketua O

17/11/2020 12:47 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 468 kali
Pemilihan Ketua OSIS SMA Marsudirini Muntilan

Kandidat pertama Ketua OSIS SMA Marsudirini Muntilan jangan Golput ya.. mari berpatisipasi aktif..  Natalia R Maya Manuel   video youtube : kandidat kedua ketua osis sma mars

13/11/2020 10:27 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 196 kali