• SMA MARSUDIRINI MUNTILAN
  • Smart, Skillful, Brotherhood and Love Nature

“Kemerdekaan Indonesia di masa pandemi dengan semangat Deus Providebit “

Oleh Fransiska Romana Maharani 11 IPA

Virus Covid-19 tentunya sudah tidak asing didengar bukan?  Wabah Covid-19 telah menyebar luas diberbagai belahan dunia salah satunya negara kita menjadi dampaknya yaitu  Indonesia. Sampai saat ini wabah Covid-19 masih hangat diperbincangkan oleh penduduk seluruh dunia  mulai dari tempat umum , tempat hiburan , sekolah , perkantoran, pabrik yang ditutup, beberapa perusahaan gulung tikar, tenaga kerja di PHK(Pemutusan Hubungan Kerja). Hingga hari ini  kasus Covid-19 di Indonesia masih bertambah dan berbagai upaya telah dilakukan  pemerintah dalam menangani wabah Covid-19. Keluh kesah, keresahan masyarakat menjadi suatu problematika disituasi wabah Covid-19 yang patut dihadapi dengan  bijak. Segenap pihak berwenang , tokoh masyarakat , komunitas dan relawan tidak tinggal diam dalam menghadapi wabah Covid-19; saling bekerja sama untuk menjalin kasih merupakan kunci utama untuk bergerak bersama dengan memberikan sembako, masker , makan secara gratis serta menghimbau masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan demi melindungi diri , keluarga dan sekitarnya.

Situasi pandemi menganjurkan  kita semua banyak menghabiskan waktu , beraktivitas , berkreasi, berusaha , bekerja  dari rumah  untuk meminimalisir  penambahan kasus Covid-19. Waktu  berjalan cepat  hingga tidak terasa sudah menempuh  bulan Agustus , tentu menjadi bulan bersejarah bagi kita masyarakat Indonesia, khususnya  tanggal 17 Agustus kita merayakan, mengenang , mengingat kemenangan yaitu  sebuah kemerdekaan berkat jasa para pahlawan,  hingga kini Indonesia masih tegak berdiri kokoh.  Kata kemerdekaan inilah yang akan dikembangkan, makna kemerdekaan  dalam situasi pandemi  saat ini adalah kesempatan kita ,  kesempatan  untuk bangkit dari  wabah Covid-19  , berjuang untuk mencapai kemakmuran , kesejahteraan , kesehatan dan kedamaian. Kita sebagai anak didalam keluarga , pelajar , mahasiswa, orang tua, tenaga kerja , tokoh masyarakat , tentu memiliki peran penting dalam kehidupan , namun ketika kita mendengar kalimat “ menyelamatkan jiwa orang” , tentu kita akan berpikir bahkan bertanya mengapa menyelamatkan jiwa orang ? Siapa yang harus diselamatkan ? Bagaimana langkah yang harus dilakukan?  Indonesia terlahir dari beragam ras,  suku, agama , dan budayanya, keberagaman inilah yang menjadi ketukan dan  kekuatan  untuk kita semua , kemerdekaan yang hendak kita capai adalah pulihnya semua masyarakat  Indonesia dari wabah covid-19, kembalinya rutinitas kita semua seperti sedia kala.  Saat ini banyak permasalahan yang meningkat pesat,  ditimbulkan karena  kecemasan , ketakutan,  rasa kecewa , dan kekhawatiran yang membuat kita berhenti untuk bergerak positif, produktif.

Kita sebagai masyarakat Indonesia , harus bersama- sama , bahu membahu untuk bangkit melawan pandemi dengan bentuk kedisiplinan , kebiasaan baru. Dari hasil  pengamatan lingkungan  di Dusun Ngawen   Rt 02 Rw 04 Muntilan,  warga setempat berinisiatif membangun pos pengamatan , alat penyemprot otomatis berisi cairan disinfektan, dan masker kain gratis karya warga sekitar yang berprofesi sebagai  penjahit,  dengan membuatkan masker kain tersebut  bisa  menguntungkan para penjahit. Masyarakat yang tinggal didaerah setempat beragam, dengan agama yang berbeda tidak menghalangi toleransi serta kerja sama, tidak memandang tua atau muda, seiman atau tidak  , semua berbaur dan menjadi satu. Alangkah baiknya dalam kesatuan seperti ini mampu  terjalin dan diterapkan diseluruh wilayah, daerah di Indonesia. Diambil kutipan dari  https://www.bbc.com/indonesia/dunia-52127080  untuk mendukung pendapat yang saya sampaikan, tips  perlindungan dan mencegah penyebaran covid-19 diantaranya cuci tangan, gunakan tissue saat batuk, hindari menyentuh wajah adalah wujud  panduan kita untuk menghadapi  kebiasaan baru yang lebih baik dan sehat.

Kita harus bangkit bersama – sama dan siap untuk beradaptasi menuju era kedepan, mengubah pola berpikir kita, sudut pandang kita. Perjalanan menuju kemerdekaan ada didepan mata,butir permenungan  Injil Matius 14: 22-33  ketika mengalamai situasi , pengalaman pahit dan getir , hendaknya tetap percaya akan kehadiran dan peran Tuhan, sehingga tidak akan membawa kesikap putus harapan. Sebaliknya sesudah masa gelap akan muncul hari terang yang membawa sukacita besar dan memperteguh iman.  

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Wastafel Cuci Tangan Tanpa Sentuh

Wastafel cuci tangan tanpa sentuh sudah ada di SMA Marsudirini Muntilan. Fasilitas cuci tangan untuk guru dan murid di SMA Marsudirini Muntilan. Kita tinggal menginjak pedal dibawah seb

03/09/2020 10:06 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 13 kali
Hanya Raga yang Terbelenggu,Tidak untuk Ilmu

Oleh Margaretha Sekar Putri Winanti 12 IPS Covid 19 bukan lagi hal yang asing bagi telinga kita saat ini. Bahkan,bisa dikatakan sebagai makanan sehari-hari. Bagaimana tidak? Virus

31/08/2020 20:51 - Oleh Andreas Fajar Nugroho - Dilihat 13 kali
MERDEKA DI TENGAH PANDEMI DENGAN SEMANGAT DEUS PROVIDEBIT

Oleh Shelomita Dewi Handarika 12 IPA Awal tahun 2020 merupakan awal tahun yang sangat menghebohkan dunia karena adanya pandemi Covid-19 yang merupakan peristiwa menyebarnya penyakit cor

29/08/2020 14:00 - Oleh Andreas Fajar Nugroho - Dilihat 19 kali
Webinar Inspirasi Alumni Marsudirini Muntilan

Sabtu 22 Agustus 2020 menjadi temu kangen dan sharing hidup para alumni dalam acara Webinar Inspirasi Alumni sekolah SMA Marsudirini Muntilan. Webinar Inspirasi Alumni mengusung tema&ld

25/08/2020 18:23 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 21 kali
Belajar di SMA Marsudirini Muntilan Menuntun Ku Menjadi Pribadi Berkarakter dan Sukses

Malam ini SMA Marsudirini akan mengadakan webinar Inspirasi Alumni SMA Marsudirini Muntilan dengan tema "Belajar Di SMA Marsudirini Muntilan Menuntun Ku Menjadi Pribadi Berkarakte

22/08/2020 08:24 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 21 kali
Berbuah Dan Menjadi Berkat Di Tengah Tantangan Zaman!

LINK UNTUK INSPIRASI ALUMNI SMA MARSUDIRINI MUNTILAN : https://meet.google.com/zbi-arbj-sfq    

18/08/2020 12:33 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 21 kali
Memori Lama Bersemi Kembali

Cerahnya mentari pagi mengiringi latihan petugas pembawa bendera SMA Marsudirini Muntilan (Sabtu 15/08) untuk menyambut HUT RI ke-75. Petugas pilihan kali ini sangat spesial karena para

15/08/2020 11:50 - Oleh Andreas Fajar Nugroho - Dilihat 90 kali
SELAMAT HARI PRAMUKA

Kemah Virtual Sebagai Wujud Tangani Covid-19 dan Bela Negara Tahun 2020 menjadi tahun yang berbeda bagi para peserta didik SMA Marsudirini Muntilan dalam menyambut hari pramuka. Meski d

14/08/2020 11:29 - Oleh Andreas Fajar Nugroho - Dilihat 108 kali
LOMBA PENULISAN ARTIKEL

   MEKANISME LOMBA : Tema artikel“Kemerdekaan Indonesia di masa pandemi dengan semangat Deus Providebit /Tuhan akan menyelenggarakan” dengan ruang lingkup penulis

09/08/2020 20:56 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 60 kali
SMA Marsudirini Muntilan Masuk 10 Besar Lomba Video Pendek

SMA Marsudirini Muntilan Masuk 10 Besar Lomba Video Pendek yang diadakan oleh Tribun Jateng. Kamu kamu bisa follow IG @TribunJateng dan Subcribe youtube @TribunJateng.    Beri

31/07/2020 08:27 - Oleh Stefanus Denny Haryanto - Dilihat 75 kali