Artikel & Berita

PRESISI DI SMA MARSUDIRINI MUNTILAN

SMA Marsudirini Muntilan bersama 2 sekolah lain menjadi sekolah percontohan untuk program PRESISI.  PRESISI disini bukanlah ukuran seberapa dekat serangkaian pengukuran satu sama lain. PRESISI yang dimaksud adalah Penguatan Karakter Siswa Mandiri Melalui Kreasi Seni. Pendidikan karakter secara presisi.

Program ini diselenggarakan dengan paradigma siswa sebagai pribadi merdeka yang melakukan pembelajaran mandiri. Program PRESISI bertujuan menyediakan model pilihan pembelajaran melalui pembiasaan berpikir kritis-analitis, melatih sikap menghadapi fenomena yang ada disekitar siswa. 

Mengapa pembiasaan berpikir kritis-analitis? Kritis menurut KBBI adalah bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan dan kekeliruan. Analitis dari kata analisis dalam KBBI berarti 
penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya); penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya. 


Sangat penting pembiasan berpikir kritis-analitis. Kita sering kali melihat berita dan sosial media orang mengkritik semaunya. Mengkritik sekarang ini lebih menjurus ke kebencian dan body shaming. Sering kita temui kritik yang merusak, kritik yang menjatuhkan/meruntuhkan semangat.  Ini terjadi karena analitis tidak berjalan. Kritik tidak dengan berpikir / mecari tahu lebih tentang kebenarannya. Kebeneran tidaklah penting sekarang ini yang penting ramai dan tenar. jadi sangat penting untuk memiliki Kritis analitis.

Dengan tujuan tersebut PRESISI menawarkan model pembelajaran kontekstual berbasis proyek yaitu pembelajaran yang menempatkan siswa danguru pada pengalaman berinteraksi langsung dengan situasi dan kondisi sosial dan lingkungan di sekitar. 

Pada penghujung proses siswa akan mengekpresikan temuan kajian dan hasil refleksi pengalamannya ke dalam suatu karya yang diekspresikan dengan menggunakan media seni.